Ragam  

Kolam Air Mancur Disekitar Kantor Pemda Purwakarta Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk DBD Berkembang Biak

Kolam Air Mancur Disekitar Kantor Pemda Purwakarta Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk DBD Berkembang Biak
Kolam Air Mancur Disekitar Kantor Pemda Purwakarta Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk DBD Berkembang Biak/ Foto: SULKOPLI

Gosip Bintang – Kolam-kolam air mancur di sekitar kantor Pemerintahan Daerah (Pemda) Purwakarta menjadi tempat yang potensial bagi nyamuk Demam Berdarah (DBD) atau Aedes Aegypti untuk berkembang biak.

Hal ini disebabkan oleh genangan air yang tidak mengalir (stagnan) dan tidak adanya pengurasan atau penggantian air kolam secara berkala.

Kondisi ini dapat memicu peningkatan populasi nyamuk dan meningkatkan risiko penularan demam berdarah.

Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengelolaan yang lebih baik terhadap kolam-kolam air tersebut untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit.

Untuk itu, masyarakat dan ASN dilingkungan Pemkab Purwakarta agar waspada terhadap potensi bahaya DBD, terlebih jika sudah mulai memasuki musim hujan.

Pantauan dilapangan menyebutkan, terdapat satu kolam utama yang mengelilingi pendopo dan beberapa kolam air mancur kecil di seluruh area perkantoran dan taman mayadatar.

Foto: Gosip Bintang

Air-air yang tergenang tersebut tampak berwarna hijau dan keruh, serta pipa-pia air yang nampak mulai berlumut.

BACA JUGA:  RDP dengan Bapenda Purwakarta, Komisi II DPRD Pertanyakan Tidak Tercapainya PAD 2023

Hal ini bisa disebabkan karena sirkulasi air tidak berjalan karena air mancur yang ada tidak dinyalakan, serta tidak dilakukan pengurasan terhadap air-air tersebut.

Sedangkan dibeberapa kolam air mancur yang kecil-kecil yang berada di bawah rindangan pohon terlihat kotor dan sampah yang berserahkan.

Tak cuma itu, disamping tidak terawat, diseputaran kolam juga terlihat lembab. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran genangan-genangan air mancur tersebut jadi favorit nyamuk demam berdarah bersarang.

Melansir detik.com (edisi Kamis, 28/3/2024) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Purwakarta meningkat tajam dengan anak anak menjadi pasien penderita terbanyak.

Dalam dua bulan periode Januari dan Februari 2024, sebanyak 463 pasien DBD dirawat di sejumlah rumah sakit yang ada di Purwakarta. Kebanyakan dari mereka ialah anak-anak di bawah usia 14 tahun.

Kasus DBD di Purwakarta 2024 sudah mencapai 463 kasus. Kasus tertinggi di kecamatan Purwakarta sebanyak 102 kasus dari keseluruhan kasus yang ada 5 orang anak diantaranya meninggal dunia.

BACA JUGA:  Sekda Norman Sampaikan Penjelasan Bupati terhadap Raperda tentang RPJPD 2025-2045 pada Rapat Paripurna Tingkat I DPRD Purwakarta

Plh Sekda Kabupaten Purwakarta dr. H. Agung Darwis Suriaatmadja, M.Kes ketika dimintai statementnya soal adanya kekhawatiran kolam-kolam air jadi sarang nyamuk DBB dengan santai menjawab bahwa persoalan itu sangat gampang dan tidak perlu dikhawatirkan.

“Haaallaa…gampang itu mah, tinggal taburin serbuk abatisasi,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diketahui, abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi, jambangan bunga dan sebagainya dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD.

Tempat Favorit Nyamuk DBD

Dilansir dilaman fk.ui.uc.id, Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpPark, menjelaskan bahwa nyamuk DBD memiliki kecenderungan untuk tinggal di tempat-tempat yang bersih dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Mereka lebih memilih kubangan air yang jernih daripada genangan air kotor seperti got atau comberan.

BACA JUGA:  Jika Diberi Amanat oleh Masyarakat Jadi Bupati Purwakarta, Om Zein: Purwakarta Harus Istimewa

Hal ini diungkapkan oleh Saleha saat berbicara dalam acara ‘Deman Berdarah yang Tak Kunjung Musnah’ di FKUI, Jakarta Pusat.

Nyamuk DBD biasanya bertelur di area dinding wadah air. Menurut Saleha, nyamuk DBD membutuhkan area dinding tepat di atas air bersih yang menggenang untuk berkembang biak.

Saleha menambahkan bahwa nyamuk DBD tidak dapat bertelur di sungai atau genangan air tanah. Mereka membutuhkan kontainer seperti area kering di botol, baskom, ember, atau bak mandi.

Dinding yang disukai oleh nyamuk DBD untuk berkembang biak adalah dinding yang bertekstur kasar, menyerap air. Dan juga berwarna gelap seperti gentong yang terbuat dari tanah atau semen.

Telur nyamuk DBD akan kering dan dapat bertahan sampai enam bulan di dinding tempat mereka berkembang biak. Oleh karena itu, saat membersihkan kontainer, dinding harus disikat dengan baik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *